Kisah ini merupakan kisah dari seorang laki-laki yang
bernama Soleh. Soleh sangat mengagumi temannya yang bernama melody. Melody
adalah sahabat nya soleh, persahabatan mereka sangat begitu dekat, seperti
kakak dan adik, melody memang anak yang lumayan cantik, selain cantik dia juga
pandai dan pintar, sebelumnya soleh tidak memiliki rasa pada melody, hanya ada
rasa sayang seperti adik dan kakak, tapi tidak tau mengapa pada hari itu
tiba-tiba soleh merasakan suatu perasaan yang aneh.
Ketika melody berjalan didepannya, tiba-tiba
perasaannya berubah, detak jantungnnya berjalan begitu cepat, perasaannya yang
serba salah, soleh menjadi salah tingkah. Soleh berusaha berpaling dari nya,
tapi tidak tau mengapa mata dan hati nya seolah menuntun soleh untuk terus menatap
melody, dan tiba-tiba perasaan soleh buyar ketika melody
menegurnya.
‘‘hei.. soleh ngapain kamu liatin aku terus’’ ledek
melody pada soleh,
‘‘ti..ti..dak, aku tidak lihatin kamu, jawab soleh
terbata-bata,
“kalau kamu sedang tidak melihat ku, lalu melihat
siapa?’’ Tanya melody,
“Jangan ke gr an dulu, aku bukan lagi
liatin kamu melody.., tapi liatin pohon disamping kamu” jawab soleh dengan
sedikit gugup,
“ha..ha..ha.., soleh.. soleh.., ada-ada saja kamu ini”
jawab melody sambil tertawa dan pergi meninggalkan soleh.
“melody, apakah kamu tidak tau apa yang aku rasakan
sekarang”, seru soleh di dalam hatinya.
Semakin hari perasaan soleh semakin kuat, dia sering tersenyum dan gembira
sendiri ketika melihat melody, baik itu melihat secara langsung atau pun hanya
melihat foto nya saja. Dia baru sadar bahwa ini adalah bukan perasaan seorang
sahabat ataupun perasaan adik dan kakak,melainkan perasaan cinta yang begitu
dalam. Hari demi hari soleh lewati, tapi soleh belum juga berani mengungkapkan
perasaannya terhadap melody. Rasa takut mulai menghantui soleh, ia takut melody
akan diambil oleh orang lain, karena ia terlalu lama mengulur waktu untuk
mengungkapkan perasaan nya pada melody, atau pun melody menolak cintanya
dan memutuskan tidak mau lagi menjadi sahabatnya.
Rasa takut yang teramat dalam soleh rasakan, dikala
soleh sadar bahwa waktu yang ada dihadapannya kini tidak memungkinkan soleh
untuk mengutarakan isi hatinya pada melody yang dia sayangi. Waktu yang
berjalan sekarang ini, ingin rasanya soleh pending untuk
sementara waktu, agar ada waktu baginya untuk bertemu dan berterus terang pada
melody.
Desember semakin dekat, semakin kuat rasa takut yang
soleh rasakan. Soleh menyayanginya, itu sebabnya soleh takut kehilangannya dan
berpisah darinya.
Pertemuan antara soleh dan melody telah terjadi, namun
tak ada kata-kata yang mampu keluar dari bibir soleh. Entah kemana larinya
keberanian yang semula soleh rasakan ingin berterus terang padanya, hilang
begitu saja. Kebisuan yang sedikit menghayutkan perasaan mereka masing masing
saat itu,disadarkan kembali oleh dinginnya udara.
Satu hal yang ingin soleh ketahui saat ini adalah
adakah rasa yang sama dia rasakan padanya?. Rasa ingin tau soleh tentang
perasaan melody pada nya, cukup untuk membuat tenang hati soleh, meskipun itu
nantinya sudah terlambat bagi soleh.
Tiada kata penyesalan di akhir nanti. Soleh harus siap
mengatasi segala sesuatu yang akan terjadi nantinya dikala soleh berterus
terang padanya, yang pasti kejujuran merupakan hal utama bagi soleh, hal ini
mengingatkan nya akan perkataan yang mengatakan “kejujuran merupakan hal yang
harus diutarakan,meskipun tidak selamanya kejujuran itu sedap untuk
didengarkan.
Karya. Wiwin (WIS)

No comments:
Post a Comment